Explore The National Park In Nusa Tenggara Timur, Jelajah Taman Nasional Di Nusa Tenggara Timur. Part 2

opening

2. Menuju Moni (Gunung) Kelimutu

catatan : ga kerasa udah 2 taon lebih ga di update ini blog,, ahhahaha,, lanjut cerita ah..

perjalanan ini saya lakukan di tahun 2013, untuk biaya perjalanan dan waktu tempuh mungkin sedikit berbeda dengan waktu cerita ini di terbitkan. semoga bisa jadi reverensi bagi teman2 yang akan melakukan perjalanan ke kelimutu.

Let’s the journey begin..

Secara administratif, Gunung Kelimutu berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Prov Nusa Tenggara Timur. kampung terdekat ke Gunung Kelimutu adalah kampung moni. Menuju kelimutu, kita bisa berangkat dari Ende maupun Maumere, perjalanan yang di tempuh memang tidak terlalu mudah, tapi juga tidak terlampau sulit. Jalan yang cukup halus (bila berangkat dari Ende) cukup membuat perjalanan terasa menyenangkan. Jarak 35 Km menuju kampung moni pun tidak terasa. mungkin karena saya tidur dalam perjalanan (hueheuhue).

Sesuai rencana kami berangkat sehabis makan malam, sekitar pukul 8 / 9 Wita, waktu itu dirasa pas, karena kami memang berencana akan menginap semalam untuk merasakan dinginnya udara di Kampung moni, kampung terdekat dari Gunung Kelimutu. sekitar 2,5 jam perjalanan kami pun sampai di kampung moni, udara dingin langsung menyergap begitu kami keluar dari mobil. bila Ende panas karena di pantai, maka di kampung moni anda akan kedinginan, mungkin selevel lah dengan Lembang tahun 90-an. Memang kampung moni merupakan daerah penginapan bagi mereka yang ingin mengejar sun rise di kelimutu. banyak penginapan murah bertebaran, baik guest house maupun hotel melati. saya lupa nama hotel tempat kami menginap, namun harganya cukup murah,, 250 ribu untuk kamar isi 3 orang. Tapi buat yang punya budget kecil jgn kuatir, banyak guest house yang mungkin lebih murah dari tempat saya menginap.

Dari kampung Moni, perjalanan menuju gerbang kelimutu sekitar 45 menit, dengan jalan yang kecil dan rimbun, sempat membuat bulu kuduk merinding, secara kami berangkat jam 4 pagi dari hotel dengan niat mengejar sunrise. Untuk masuk ke kelimutu kita kena biaya registrasi Rp 20.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 200.000 untuk wisatawan luar negeri. Dari situ kita bisa lanjut tracking dengan medan yang cukup nyaman untuk ukuran gunung. Jalan sudah di semen sehingga kita tidak akan nyasar untuk sampai ke kawah kelimutu. Meskipun begitu, perjalanan di pagi hari cukup membuat saya kesulitan, karena saat ini kabut masih menyelimuti puncak kelimutu.

long-the-way

(jalan setapak menuju puncak)

Sampai di puncak kelimutu saya juga tetap merasa kecewa, karena ternyata kabut belum juga hilang, padahal matahari sudah mau terbit. Tapi segelas kopi dari ibu2 yang berjualan di sana mematahkan rasa kecewa saya. Hangat nya segelas kopi itu membuat saya melamun, terkadang hal yang tidak kita inginkan bisa terjadi, lalu apa reaksi kita? Itu yang saya pikirkan, saya kembali menikmati pemandangan di sekitar puncak kelimutu, sambil tetap berharap kabut ini segera berlalu.

puncak-kelimutu1

(ada bule lagi duduk2 di atas,, pake celana pendek, kita di bawah pke jaket2an masih kedinginan)

Sedikit saya bertanya pada pemandu yang membawa saya ke sana, apa sih cerita nya danau kelimutu ini? lalu dia pun bercerita…

“Kelimutu itu gabungan kata dari “keli” yang artinya gunung dan “mutu” yang berarti mendidih. Jadi kepercayaan penduduk setempat, warna-warna di danau Kelimutu memiliki arti sendiri2 dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat. Danau nya sendiri ada 3, yaitu Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai”, yang merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal, lalu Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung, Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.”

Begitulan dia bercerita kepada saya, sambil saya liat ke arah danau,, kok warnanya biru2 semua,, ahahahahah.. dia lanjut bercerita, nggak setiap saat warna danaunya sesuai dengan cerita, karena itu tergantung aktivitas vulkanik dan gejala alam, seperti hujan, suhu lingkungan dan lainnya.

puncak-kelimutu2

(yang ini agak hitam)

puncak-kelimutu3

(yang ini ijo tosca, danaunya bukan emak2 yang di foto)

puncak-kelimutu4

(ini sebelahnya ijo tosca, agak2 biru sih aslinya)

selain danau, alam sekitar nya juga ga kalah menarik loh,

yup.. segitu aja dulu cerita dari kelimutu, yang pesonanya tidak habis dimakan waktu,, HEUHUEHUEHUE!!

 

Credit to : Amel, Kak Uci, Helmy

Advertisements

Leave a comment

Filed under Travelers

Explore The National Park In Nusa Tenggara Timur, Jelajah Taman Nasional Di Nusa Tenggara Timur. Part 1

1. Taman Nasional 17 Pulau Riung

Ada yang pernah dengar nama “Taman Nasional 17 Pulau Riung”? saya yakin baru sedikit dari kawan2 yang pernah dengar nama itu. Nama nya di ambil dari 17 pulau yang ada di kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Pulau pulau tersebut antara lain Pulau Ontoloe (pulau terbesar), Pulau Pau, Pulau Borong, Pulau Dua, Pulau Kolong, Pulau Lainjawa, Pulau Besar, Pulau Halima atau Pulau Nani, Pulau Patta, Pulau Rutong, Pulau Meja, Pulau Bampa atau Pulau, Tampa atau Pulau Tembang, Pulau Tiga atau Pulau Panjang, Pulau Tembaga, Pulau Taor, Pulau Sui dan Pulau Wire.
Cara masuk ke Riung adalah melalui Ende Ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan pesawat udara, dari Kupang, Lombok atau Bali. Dari situ harus dilanjutkan dengan menyewa mobil, karena belum ada transportasi umum resmi yang melayani Ende – Riung. Di tambah jalan yang kecil dan berliku membuat siapun yang tidak biasa dengan perjalan jauh akan membuatnya mabuk darat.

Masyarakat pesisir pantai Riung dihuni masyarakat Oting Bajo yang sebagian besar terkenal sebagai penghuni lautan di Nusantara. Mereka tak banyak memperlihatkan diri selain di lingkungan perumahan di tepi pantai dan area dermaga Riung yang sunyi. Sebagian masyarakat lainnya bercocok tanam lahan kering dan juga membuka usaha homestay bagi pengunjung. Salah satu penginapan yang bagus di sana adalah Pondok SVD atau Nirwana Bungalow.
Kalo nanya ngapain aja sih disana? Udah pasti donk, snorkeling dan free dive. Kawasan ini termasuk memiliki terumbu karang yang belum di explore secara menyeluruh. Ketenangan arus lautnya bisa membuat anda betah berlama lama snorkeling di laut. Pasir pantai yang putih menandakan belum banyak polusi yang masuk ke daerah ini.

Laut tenang ga berombak

Laut tenang ga berombak

Pantainya Sunyi sekali

Pantainya Sunyi sekali

Selain itu memancing juga menjadi kegiatan favorit wisatawan yang datang ke Riung. Memang untuk ukuran ikan tidak terlalu besar, tapi bagus untuk para pemancing pemula karena jumlah ikannya yang banyak. Tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan ikan dengan mudah.
Setelah puas bermain air dan snorkeling saya di ajak untuk istirahat sejenak di salah satu pulau di sana, di pulau Rutong. Wisatawan yang kesini biasanya di bawa ke pulau Ontoloe, karena itu adalah pulau paling besar. Di Rutong tidak banyak tanaman, cuman ilalang dan beberapa pohon kayu yang sedang meranggas (cuaca waktu itu memang mendekati musim kemarau).

Bung Helmi lagi bakar ikan

Bung Helmi lagi bakar ikan

Ikan Bakar

Ikan Bakar

Wajar bila daun dan rumput warnanya berubah menjadi coklat. Setelah menikmati ikan bakar yang di buat kawan saya, rasanya ingin sekali melihat pulau dari tempat yang lebih tinggi. Kebetulan di belakang tempat saya makan ada bukit yang lumayan tinggi. Maka acara tracking di siang bolong pun di mulai. Dan setelah dengan penuh perjuangan, ternyata alam di Riung memang indah. Bagian belakang pulau ternyata di isi dengan deburan ombak dan batu karang. Pantas saja kenapa bagian depannya begitu tenang dengan pasir putih yang menghiasinya.

View dari atas bukit

View dari atas bukit

Boat yang mengantar ke sekeliling Taman Wisata 17 Pulau Riung

Boat yang mengantar ke sekeliling Taman Wisata 17 Pulau Riung

Pulai Kosong dengan bukit2 kecil di sekitar

Pulai Kosong dengan bukit2 kecil di sekitar

Setelah puas, saya dan rombongan di ajak untuk melihat kalong, yup kelelawar. Disini mereka biasa hidup bergerombol dan tidur di siang hari. Kegiatan kali ini adalah membangunkan mereka dan membuat mereka pindah dari satu daerah ke daerah lain. Biasanya kita lakukan ini ke burung, tetapi ini kelelawar. Sesuatu hal yang baru yang saya temui disini.

Sekumpulan Kelelawar yang kami ganggu

Sekumpulan Kelelawar yang kami ganggu

Dan itulah hal terakir yang saya lalukan hari itu sebelum pulang esok harinya. Untuk kegiatan malam tidak banyak yang bisa kita lakukan di sini karena memang masih sepi dan lebih banyak turis asing yang datang. Mungkin 2-3 tahun lagi bila pemerintah dan warga berhasil mengembangkan menjadi tempat wisata, tempat ini tidak akan kalah dengan pantai yang ada di bali.

Taman Nasional 17 Pulau Riung
Nusa Tenggara Timur

1 Comment

Filed under Travelers

Sedikit Catatan Perjalanan Ke Thailand (Part 4)

Hari ke 4, 23 September 2013
Tujuan :
Madame Tussaud

Main Golf Dengan Sang Master

Main Golf Dengan Sang Master

Bangun pagi setelah packing semalam emang susah, terlebih saat sadar kalo perjalanan ini udah masuk hari terakir, pengennya liburan masih 4-5 hari lagi,, hahahahha. Setelah sarapan dan obrolan ringan di pagi hari, kami segera merencanakan jadwal hari ini, berhubung pesawat saya yang kemedan berangkat jam 4 sore dari Bangkok, saya harus berpisah lebih dulu dengan rombongan. Tapi masih ada 1 tempat yang bisa kami kunjungi bersama, itu adalah “Madame Tussaud”. Bertempat di salah satu mall di Bangkok, yaitu siam discovery mall, kami langsung menuju kesana. Alamat lengkap Madame Tussaud Bangkok adalah 6th Floor, Siam Dicovery, 989 Rama I Road Bangkok, dekat dengan MRT Station Siam. Tiket masuk ke Madame Tussaud Bangkok adalah 850B on site atau 680B Online atau 450B bila membeli Online dan masuk sebelum jam 12 siang, berhubung kami dalam perjalanan paket murah, kami sudah beli tiket online jauh-jauh hari dan datang pagi-pagi ke lokasi. Walau kami datang pagi (kalo ga salah jam 10an) ternyata banyak juga wisatawan yang datang pagi-pagi, mungkin mereka ngejar paket hemat seperti kami.
Bagi yang belum tau apa itu Madame Tussaud, tempat ini adalah museum patung lilin, mengabadikan tokoh tokoh terkenal di dunia dan asia terutama. Patung lilin disini mirip banget sama aslinya, asalkan dapet angle poto yang pas, dijamin mirip banget kaya kita lagi interaksi langsung sama tokoh patung lilin tersebut.
Ada banyak patung lilin disini yang saya suka, terutama Bung Karno, dan Picasso. Selain itu ada banyak lagi, ada Obama, Mahatma Ghandi, Lady Diana, ah banyak deh pokoknya klo d tulis satu satu, bisa pegel tangan,, jadi lebih bagus dateng aja langsung.

Madame dan Om Jackson

Madame dan Om Jackson

Foto Keluarga dengan Wolfverine

Foto Keluarga dengan Wolfverine

Break Your Day!!!!

Break Your Day!!!!

Interview Dengan Oprah

Interview Dengan Oprah

Nawar Jam Om Cloney

Nawar Jam Om Cloney

Om Will Smith

Om Will Smith

Poto Keluarga dengan Jackie Chan

Poto Keluarga dengan Jackie Chan

Jim Carrey

Jim Carrey

Dan akhirnya setelah berpoto dengan Jim Carrey, one of my favourite actor, saya harus berpisah dengan teman-teman yang lain, karena saya harus segera ke bandara untuk naik pesawat ke Medan.

Medan – Pattaya – Bangkok
One Of Many Journey.

Leave a comment

Filed under Travelers

Sedikit Catatan Perjalanan Ke Thailand (Part 3)

yap.. kayaknya udah kelamaan ga nulis,,

nyempetin2 nulis,, akhirnya selesai juga,, hahahahaha 1 taon getohhhh,…

oke lanjut aja ke part III,, here we go

============================================================================================================

Hari ke 3, 22 September 2013
Tujuan :
Buddha Hill
Pattaya View
Asiatique

Pattaya City View

Pattaya City View

Keesokan harinya seperti yang telah direncanakan, tanpa sarapan kami langsung menuju Buddha hill, yang katanya (lagi) bisa melihat ke sekeliling pattaya. Lagi lagi kami pergi dengan Songtheaw, transportasi murah dan merakyat. Sebenernya ga terlalu jauh dari walking street, sekitar 5 km, hahahhaa, tapi demi menghemat waktu kami naik Songtheaw ajah. Songtheaw yang kami gunakan itu yang kearah .terminal Pattaya. Setelah membandingkan rute perjalanan kami menggunakan GMap, kami menarik kesimpulan, Songtheaw nya ga lewat Buddha hill, jadi kami harus berjalan kaki sejauh 2km dengan jalanan menanjak (ya iya lah, mana ada bukit di bawah). Dengan sekuat tenaga dan keceriaan kami berjalan kaki, karena motto grup kami adalah, tidak ada yang salah cuman meleset sedikit, hahahhaha.

Pintu Masuk Budha Hill

Pintu Masuk Budha Hill

Buddha hill sebenarnya adalah sebuah kuil yang dibangun tahun 1977, dimana dari pintu gerbang menuju puncak Buddha hill dihias oleh ornament naga emas sebagai pagar tangga nya. Disana terdapat 1 patung Buddha besar dengan dikelilingi beberapa patung Buddha yang berukuran lebih kecil dan memiliki nama hari pada name plate nya.

sleeping Budha

sleeping Budha

mbah ama madam,..

mbah ama madam,..

View dari Budha Hill

View dari Budha Hill

Selesai mengambil beberapa take disana kami melihat peta di sekitar situ, sang Leader merasa belum menemukan tempat yang ia cari, Pattaya View, salah satu view point untuk melihat kearah South Beach. Kebetulan di tempat parkir ada Songthaew nganggur, dengan sedikit diplomasi kami sepakat membayar 100b untuk diantar ke Pattaya View. Ternyata letaknya bersebrangan Dengan Buddha Hill, dekat dengan menara Radio Pattaya. Dan view yang di sajikan memang view yang kami cari, memandang langsung kearah South Beach, what a great view. Take another shot, and we go back to hotel.

Perjalanan Mencari Kitab Ke BaratView dari Pataya Hill

View Clear

Dalam perjalanan ke hotel kayaknya ga cocok klo ke pattaya tapi ga ngambil beberapa poto di pantai, hmmm kebetulan arah ke hotel dari Pattaya View lewat ke South Beach Road, yah mari kita sedikit bermain di pantai..

Om Nandang Terbang

Kang Agan

”Anak Pantai – Steven and Coconut Tree”
Bangun pagi sinar mentari hangat di hati
Seiring Bob Marley nyanyikan lagu santai
Reff
Oooo anak pantai.. oooo hidup santai
Oooo anak pantai.. oooo suka damai

Setelah beberapa sesi poto,, kami memutuskan untuk kembali ke Bangkok melanjutkan pencarian tempat wisata selanjutnya. Untuk ke Bangkok, daerah Victory monument, saya sarankan naek Travel aja,, deket ama Pool nya yang di sebrang Victory Monument. Travel yang kami naikin tempatnya di sebrang pelabuhan laut pataya, ga jauh dari terminal bis,, ongkos? Sama lah kaya dari Bangkok 347 b. karena bawaan banyak, kami putuskan menyewa 6 kursi.. yang 1 khusus tas doank,, heuheuheu,, dan perjalanan 3 jam pun kembali di mulai.

Sampai di Victory Monument, waktu sudah menunjukkan jam 4 sore,, tujuan kami adalah penginapan di Hi Mid Bangkok Hostel, hotel dengan tarif per-ranjang yang berbentuk dorm (Asrama) 1 kamar isi nya 4 – 6 – 8 ranjang,, tergantung selera,, agak sulit mencari letak hotel itu karena posisinya berada di dalam gang. Saat kami tiba di sana hujan sudah mulai turun, saatnya pasang jas hujan, setelah berjibaku mengeluarkan jas hujan, pasang cover di tas carrier, dan berjalan beberapa langkah, hujan pun berhenti. Rasanya tuh “GIMANA GITU” di php-in ama hujan. Hueheuheuh. Tp gpp sih, karna pas berteduh itu kita jadi tau dmn lokasi hostel kami. Dan begitu sampai, luar biasa, bagus hostelnya. Letaknya memang di daerah pemukiman masyarakat middle class in Bangkok, Cuma tetep aja bagus, semacam boutique hotel. Dan kebingungan terjadi lagi saat cek in, mbah deki lupa upgrade kamar dari 4 bed ke 6 bed,, akhirnya saya tidur terpisah dari yang laen,, salah saya juga sih ikut mendaftar acara jalan – jalan ini saat detik detik terakhir (seperti biasa). Ternyata kamar saya ada 6 bed. Di dalamnya ada 2 orang turis dari jepang, cowo semua, lumayan,, kamar bagus,, harga ped bed 390 b,, bisa cek di web nya http://www.midbangkok.com/ bener2 recommended.

Hi Mid Bangkok Out Side

Hi Mid Bangkok 2 Inside

Dining Room

Seperti biasa take a break dulu 1 jam,, jam set 7 kita cabs lagi kata si Mbah. Tujuan selanjutnya adalah Chatuchak Weekend Market.

FYI, Chatuchak Weekend Market, seperti namanya adalah pasar yang buka hanya saat weekend saja, hari sabtu dan minggu, buka dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam. Ini adalah tempat berburu oleh2 murah dari Bangkok.

Kebayang dong,, berangkat jam setengah 7 dari hotel, jam 7 sampai di Chatuchak, jam 8 pasarnya tutup, ini belanja super kilat, heuheuheu, ngebut, saya langsung ambil posisi berpasangan dengan eka untuk beredar lebih dulu dari rombongan. ½ jam saya gunakan untuk mengelilingi Chatuchak, cek kios mana dengan harga murah (tetep) dan barangnya unik. Dikejar dengan waktu dan kios kios yang mulai tutup. Saya pun segera mengambil langkah untuk berbelanja semaksimal mungkin,. Alhasil terbeli lah beberapa potong kaos,, lumayan buat oleh2.

Dari Chatuchak kami menuju Asiatique Riverfront. Kalo di Chatuchak pasar nya tradisonal,, kios biasa, di Asiatique bisa di bilang butik dan distro, lebih berkelas. Di sini juga ada bianglala yang besar,,

Asiatique Riverfront, begitu di sebut, sebuah pasar yang dibuat agak menjorok ke bagian sungai sehingga terasa “float” (mengambang) di atas air. Terletak di dekat BTS Saphan Taksin, dari sini berjalan 100m ke bawah jembatan untuk naik perahu yang mengantar kita langsung ke Asiatique. Disana ada lebih kurang 200 an butik dan distro yang menjual baju dan pernak pernik khan Thailand, bedanya di sini barang yang dijual lebih berkelas karna bukan hasil produksi masal. Terdapat juga kios2 yang menjual berbagai jenis makanan. Yang menarik adalah jembatan cinta,, dimana di jembatan tersebut banyak digantung gembok yang bertuliskan nama pasangan. Dianggap sebagai lambang cinta abadi, cieeeeeehhhhhh..

Asiatique River Gate

Ferris Whell

Perahu Ke Asiatique

Gembok Cinta,,

Sebelom Makan Mari Poto2

Puas dari makan dan jalan2 di Asiatique kami menyegerakan diri kembali ke hotel. Menenangkan diri dan beristirahat untuk kembali jalan2 esok hari.

Leave a comment

Filed under Travelers

Sedikit Catatan Perjalanan Ke Thailand (Part 2)

Sekawanan Asik..

Sekawanan Asik..


Hari ke 2; 21 September 2013
Tujuan :
Prathunam market
Pattaya
Tiffany show

Hari kedua dimulai dengan kaki lecet akibat sandal baru, emang nyebelin tapi mau gimana lagi. Cek jam masih jam 8, cek out jam 11 anak anak dateng jam 12. Rombongan deki dari don muang jam 11 ke svarnabhumi, c eka jam 12 d svarnabhumi. Okay masih ada waktu 3 jam lagi, googling lagi ajah dan nemu tempat belanja di Prathunam Market, liat petunjuk turun di bts Phaya Thai, hmmmmm okay. Aktifin gps dan nyasar. Bener bener tersesat,
Dari pada bête, aku puter aja lagu yang ada di hp.

“Romantic Purple – Homogenic”
The darkness in you makes me feel so pure
The image of you has burn into my eyes
I see you before me before everything I see
If I tell the truth would you understand me

Dan berkat googling lagi dapet lokasi katanya, “pasar Prathunam terletak di depan Platinum Mall”.

ini mall nya, pasarnya di seberang

ini mall nya, pasarnya di seberang


Oke petunjuk baru, dan berhasil sampe. Liat liat pasar keliling keliling, kok masih belom ada juga kaos kaos I Love Bangkok (keukeuh). Setelah melakukan sedikit pengamatan ternyata ini pasar buat barang retail artinya buat di jual lagi, abis orang orang pada bawa tas koper ato tas yang besar besar gitu lah. Ah, salah lagi, tapi ga papa tetep keliling. Bajunya bagus bagus dan murah berkisar 80 bath – 300 bath tergantung model dan bahan. Pantesan orang pada belanja di bangkok, murah. Diantara toko toko juga ada beberapa perusahaan “shipping” (pelayaran) dengan jasa kargo. Ups, jam udah jam 9.30 berarti saatnya balik ke hotel, siap-siap ke Bandara Svarnabhumi buat ketemu anak-anak. Ke Svarnabhumi naik airport link, sekitar 45b klo ga salah. Lumayan murah di banding airport link di medan 80 rebu (tepok jidat). Disono sampe makan siang nungguin peserta tour Thailand yang lain, eka, deki, agan ama om nanang. Ngumpulnya di Magic Food Point, ujung kanan bandara deket gate 1, soalnya itu tempat makan murah di bandara dan rasanya masih “Indonesia Tercinta Banget” hahahah. Tapi murahnya sih yang penting, 1 porsi makan dan minum sekitar 60b. hmmmmm, cocok untuk backpacker dan kantor tipis ini.
Tujuan selanjutnya adalah Pattaya city. Well, setelah berunding mau naik bis ato mobil Van, akhirnya kita milih naik bis, ongkos murah 137b dan itu yang paling cepet berangkatnya, hahahahah, sayang jurusannya ke terminal Pattaya, sedangkan tujuan kita ke South Beach Pattaya. Kalo naik Van bisa di antar ke tujuan, ongkosnya 347b, cocok lah dengan fasilitas yang ditawarin. Okay sekarang jam 2, dan bisnya jam 3, sempet ngobrol-ngobrol dulu tentang pembagian kamar, makan, dan acara melipir.
Singkat cerita kita udah di bis nih, bisnya bagus, executive class lah klo di Indonesia Tercinta mah. Perjalanan 2 jam di isi dengan tidur, kenapa? Lewatnya jalan tol terus, apa yang mau diliat? Heuheuheu. Sampe di Pattaya buka petunjuk arah lagi, sungguh membantu ada GMap ini, pilihan ada 3, jalan (cape), naek Ojeg (Bawaan Banyak) ato naek Songtheaw (angkot). Setelah berunding kita milih alternative ke 3, naek Songtheaw.
Naek Song Thew

Naek Song Thew

Ohooo song Thew

Ohooo song Thew


Kata leader kita (Mbah Deki) klo naek Songtheaw ongkosnya 10b perorang, dan jangan cari yang kosong yang lewat, karna kalo kita rombongan terus ngeberentiin yang lewat dan kosong, artinya kita mau nyewa Songtheaw itu, oke Mbah. Naek yang udah ada orangnya deh. Tujuan kita Hotel Jasmine, dapet dari “Trip Advisor”. Ternyata Songtheaw nya ga lewat Hotel kita, jadi terpaksa jalan kaki. But its okay, sambil liat liat jalan dan kegiatan manusia di Pattaya ini. Jasmine Hotel itu ada di daerah Walking Street, daerah diskotik di Pattaya, luar biasa, kiri kanan di isi dengan bar, diskotik dan restoran. Susah dibayangin gimana crowded nya ntar malem. Cek in hotel, lumayan murah, 400b semalem, dengan kamar double bed, tv, dan ac. Murah. Sepakat kita jalan jalan malam sekitar jam 7 masih 1 jam lagi, saatnya rebahan sejenak.
Walking street

Walking street


Jam set 7 sang Leader, Mbah Deki, datang ke kamar, rapat jalan jalan malam katanya. Okay kita rumuskan perjalanan kita malam ini mbah, dan setelah sepakat kita pun jalan jalan. Jam 7 malam aroma bir dan rekan rekannya sudah terasa, music disko mengalun dengan iramanya bersaing dengan suara band band lokal menyanyikan lagu barat di bar terbuka. Suguhan yang disajikan oleh diskotik itu pun liar banget, terlalu vulgar jika di tampilkan di sini, hahahahha. Dan kita pun sesuai rencana jalan ke arah dermaga, berharap ada pantai berpasir di sana. Dan, gagal, dermaga ya layaknya dermaga, hahhahah, cuman ada sedikit area yang bagus untuk mengambil beberapa “shot” di sana, terutama dengan latar bukit yang ada tulisan “Pattaya City”.
4 sekawan di Pattaya City, yang moto c eka

4 sekawan di Pattaya City, yang moto c eka


Ga kerasa perut udah keroncongan, jam 8 coy, saatnya dinner. Mereka pada pengen makan seafood, baiklah saya mengikuti saja, berhubung udah sering makan ikan dan kawannya di Nias.
Tujuan selanjutnya Tiffany Show,
Banner Tiffany Show

Banner Tiffany Show


yang menurut jadwal jam 10.30, wow late night show, lumayan buat nyegerin mata. Abis makan beres, kami pun berangkat kesana dengan mencarter Songtheaw karna ga ada yang rutenya lewat sono (katanya). Okay deh om, ga papa,, yang penting sampe. Btw, pada tau Tiffany Show? Singkatnya itu adalah pertunjukan Wadam Wadam asal Thailand yang HQ. bahkan di situ juga ada pemilihan miss Wadam, so funny. Sampe sono liat ticket counter nya “Closed” why mbah? You said there is a late show in the weekend. Why mbah? Why? Setelah bertanya dengan staff di sekitar, ternyata weekend versi Thailand itu cuman 1 hari, malem sabtu, Jegerr!! Gagal sudah, tapi si mbah menghibur kami sedikit, dia bilang after show, Wadam itu bakal keluar buat foto foto, Cuma ada bayarannya sekitar 40b-60b tergantung penawaran anda, baiklah dengan berat hati kami pun duduk duduk demi bertemu Wadam made in Thailand. Dan bener, jam 10.30 mereka keluar, wow, memang beda dengan yang Indonesia Tercinta punya. Hahahahah.
guwe dan banch thailand

guwe dan banch thailand


Nagih Lagi,,,

Nagih Lagi,,,


Madam vs Wadam

Madam vs Wadam


Setelah foto foto kita pun pulang. Dengan mencarter Songtheaw lagi. Rutenya lewat South Beach Rd. ternyata di sini pantai Pattaya itu, dengan hotel hotel mewah di seberang jalan, mirip dengan pantai Kuta di Bali. Entah mana yang meniru, pokok nya mirip banget. Huehueueh. Setelah berbincang bincang sejenak di depan hotel sambil merencanakan kegiatan besok, kami pun menuju ke kasur dengan kaki pegal-pegal.

(With @agan_naga7 , @eckaryanty , @diadeki , om nanang)

1 Comment

Filed under Travelers

Sedikit Catatan Perjalanan Ke Thailand (Part 1)

Dan ini lah saat keberangkatan ke thailand.

Image

Dengan berbagai cerita dbelakangnya yang tidak perlu saya tuliskan. Ntar lebih jadi lembar curhat daripada catatan perjalanan. Sedikit cerita perjalanan kali ini agak menyebalkan, dilatarbelakangi oleh turun nya nilai tukar rupiah cukup mengacaukan budget liburan kali ini. Well, idr turun dari 260 per bath jadi 370, hanya berselang 1 minggu. Amazing.

Berangkat dari bandara int kuala namo, yang di gadang2 menjadi bandara terbesar ke 2 di Indonesia tercinta ini, namun ruangannya belom selesai pembangunannya. Yah begitulah Indonesia tercinta ini kawan adanya. Mereka bilang “bila tidak dilaksakan, tidak akan jalan”, well thats right but also sucks. Like you’ve showed to all that we’re not ready, and thats sucks. Dari kuala namo saya berangkat jam 13.45 (nggak delay) pake air asia, yah lumayan hemat dibanding maskapai lain, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam kata om kapten pilot. And lets see what we got on Bangkok Don muang Int Airport. 😀

Image

Ada hal menark dari pelayanan air asia kali ini.. Sebagai penutup penerbangan, salah satu kru-nya menyanyikan lagu panah asmara. So funny, bayangkan dgn mic yg membuat suara kayak ga bernapas, dia menyanyikan lagu itu “kau buat aku bimbang kau buat aku gelisah..”. Well, nice try bro. 😀

 

 

Hari ke-1 Jumat 20 September 2013

Tujuan :

Bandara Don Muang

Tune Hotel (Sukhumvit)

Çhao San Road

 

Sampe juga di don muang..

Image

Sepi bandaranya.. Yup, karena khusus air asia ama penerbangan lokal doang.. Klo mau ke svarnabumi sih bisa aja naek shuttle bis. Cuman saya pengen dikit merakyat. Naek kereta api. Keluar nyebrang bandara ketemu deh stasiun kereta. Kirain keretanya jenis mrt ato monorail. Ternyata yg tersedia kereta api ekonomi, kayak di Indonesia tercinta semodel KRD (Kereta Rel Diesel) gitu

.Image

Ongkos nya 20b ato setara 8000 kurs yg gampang ngitung nya. Lama perjalanan 40 menitan. Adanya kira kira setiap 40 menit. Rute nya don muang airport station to bangkok (Hua Lamphong). Karna tujuan saya di sekitar Sukhumvit, saya lanjut cari mrt deket situ, tujuan berikutnya peta. Bermodal gps yang pke kartu setempat (provider dtac) sangat membantu dalam kebingungan saya. Daerah sukhumvit itu ada di sekitar stasiun Asok. Celingak celinguk di sekitar stasiun lalu saya menyimpulkan, ini mrt nya sama kayak kuala lumpur ato singapur, lanjut ke tujuan stasiun Asoke.

Sampe di stasiun Asok bingung lagi, gps ngadat. Terpaksa nebak nebak arah. Untung nya arah tujuannya ga melenceng jauh. Lanjut cek in di Tune hotel. Budget hotel mewah, yang banyak tambahan ini itu. Tapi gapapa karna ini cuman ngetes ajah. Cek in, taro barang, liat liat internet kemana arah yang bisa kita jalanin malem ini.

Dan pilihan jatuh ke Chao San Road.

Image

Rute dari Asok ke Chao San Rd ga gampang meskipun udah konsiltasi ama google map. Di suruh naek bis no 183. Dan udah nunggu 15 menit belom ada juga. Jam udah menunjukkan pukul 20.15 terpaksa nyetop taksi. Ongkosnya 60 bath. Ternyata Chao San Rd. tuh bnyk bar nya. Rame banget, ad street show, street bar, dan icon pariwisata Thailan “Wadam”. Setelah mondar mandir saya liat ook ga ada yang jual koas yang tulisannya I love Bangkok ato yang semodel, lebih bnyk kaos kaos modern yang bermerk, langsung googling lgi dan ternyata di Chao San bukan tempat belanja. Yap, habiskan malam dengan liatin orang mabok di jalan, para wadam dan cemilan kalajengking.udah 2 jam muter muter, kaki mulai kerasa lemes. Tadi sore udah pke kereta ekonomi, nyambung MRT, terus ke Chao San rd. pke taksi, sekarang nyoba yg laen, pake bis. Dari Chao San rd. ke sukhumvit tinggal naek bis no 511, ongkos lupa, tapi bayar di atas bis kok. Dijalan menuju sukhumvit penasaran dengan pemandangan di sekitar, ok stop di sekitar BTS Nana. Sepanjang jalan banyak kios kios pkl dgn beragam barang, dan ga lupa bar dan wadam. Setelan hampir setengah jam sampe juga di hotel. Istirahat dulu dan besok siap siap dengan perjalanan yang lebih panjang bersama temen temen yang laen.

(With @agan_naga7 , @eckaryanty , @diadeki , om nanang)

2 Comments

Filed under Travelers

Pesona Tano Niha 1

Yap.. Kerasa banget udh ampir 4 taun d sini.. Pengen bilang ga kerasa tp da kerasa gimana lgi yahhhh.. D tanah Nias ini saya mengadu nasib.. Sekarang mungkin saatnya saya membahas sedikit tentang objek wisata yang ada di sekitaran pulau Nias. Kllo kita urut satu satu bakal cape nulisnya.. Secara cm ngandelin jaringan yang lemot nya kebangetan.. Mungkin bagusnya d skip aj ke objek yang bagus yang pernah saya kunjungin tapi belom banyak org luar yang tau.

First of all.. Lets talk about Nias.. Where is nias located.. Nias berafa d daerah pesisir barat pulau Sumatera. Sejajar dengan kepulauan Mentawai di Padang atau pulau Simelu di Aceh.. Perjalanan ke Nias bisa kita tempuh dengan 2 cara.. Via darat + laut.. Atau via udara.. Waktu tempuh keduanya juga berbeda jauh.. Bisa d bilang sebanding dengan keunikan perjalanan itu sendiri..

Mungkin bagusnya bahas jalan via darat dulu yah.. Agak menarik soalnya.. Okay.. Perjalan kita mulai dari ibukota negara kita tercinta.. JAKARTA.. Dari Jakarta pertama anda menuju Medan ibukota propinsi Sumatera Utara. Ga usah d tanyain naik apa dan berapa.. Saya rasa anda pasti udah tamat bacra cara cari tiket murah ato bla.. bla.. bla.. Jakarta – Medan. Heuheuheu.. Dari medan untuk perjalanan via darat anda bisa mencari travel Medan – Sibolga.. Ga susah kok.. Bnyk travel yang tersedia.. Ato bisa juga naik bis umum.. Ga ad yg saya saranin naik apa bagusnya kecuali nyewa mobil pribadi yg mahalnya ga ketulungan.. Jadi untuk wisata low budget saya saranin naik travel ato bis..

1. Travel
Jgn pikir travel nya kayak shuttle travel Jakata Bandung. Klo anda berpikir seperti itu siap2 untuk kecewa berat, seberat2nya.. Travel di sini d bagi 2 jenis.. Mobil L300 ato suv.. SUV yang sering d pake d sini kijang lgx, avanza, atau apv.. Saya saranin cari yang lgx selain lebih luas juga lebih stabil di banding yang 2 lainnya.. Formasi tempat duduk ada 7 kursi. 1 di depan 3 si tengah dan 3 di belakang. Bisa anda bayangkan naik avanza dengan formasi ini. Menyiksa. Sama halnya dengan SUV, naik L300 formasi duduk nya juga 1 3 3.. Tp jgn salah.. Terkafang bisa juga jadi 2 4 4.. Tergantung kebaikan hati supir d tengah jalan. Ongkos nya berkisar antara 100 – 150 rb,, bisa d bilang murah,, lama perjalanan sekitar 8-10 jam
2. Bis
sekali lagi anda akan merasa kecewa kalo mikir bisa naik bis AC super Executive. heuheuhue.. bis nya ekonomi AC harga 75 rebu seat 2-2, untuk PO bis nya bisa naik ALS (Antar Lintas Sumatera) ato Makmur.

Selama perjalanan anda bisa melihat kebon sawit yang terhampar luas berhektar2.. yang katanya sampe d import ke itali,, kebon karet milik salah satu perusahaan karet terkemuka di dunia,, ini yg saya suka,, DANAU TOBA..

daerah parapat bisa anda lalui setelah lebih kurang 5 jam perjalanan dari medan, hawa yang sejuk pasti akan membangunkan anda dari tidur, setelah itu anda akan di suguhi pemandaian air panas di daerah porsea – barus,, hmmmmmm singgah di sana bisa jadi salah satu alternatif pilihan yang tepat untuk melepas capek selama perjalanan. setelah menempuh 8 jam perjalan anda akan memasuki daerah kota Sibolga.

di tandai dengan melewati “Batu Lubang”

sebuah terowongan yang di buat menembus batu karang. cukup seru bila anda berada duduk di kursi paling depan di bus.

Dari sini anda bisa beristirahat dulu sejenak. Bila anda berangkat jam 6 pagi dari medan maka anda punya waktu sekita 4 jam sebelum naik kapan ferry ke Nias. saya ga bakal bahas tentang hal yang bisa anda lakukan di sibolga sekarang,, fokus ke Nias ajah,, yang pasti selama nunggu d sana anda bisa cari losmen2 murah di sekitar pelabuhan karena Ferry nya berangkat malam hari.

Ferry berangkat jam 9 malam,, ferry yang digunakan bukan jenis roro.. tapi yang berukuran lebih kecil.. lama perjalanan sekitar 8-10 jam (lagi) ongkos yang ekonomi Rp 69.000 dan kabin Rp. 103.000 hal yang musti diwaspadai adalah kapal ferry ini tidak berangkat hari minggu alias off,, jadi pastikan jadwal keberangkatan anda sesuai dengan transportasi yang akan anda naiki.. heuhuehue.. di jalan jangan lupa bangun agak pagi, kadang2 bila cuaca sedang bagus anda bisa lihat kawanan lumba-lumba yang ikut mengejar kapal ferry.

Cara ke 2 menuju Nias adalah menggunakan transportasi Udara. Pesawat menuju nias dapat melalui Bandara Internasional Polonia atau Padang.
1. Polonia
dari polonia penerbangan ke Nias dilayani oleh maskapai WIngs Air, menggunakan pesawat jenis ATR-72, selain itu bisa juga menggunakan maskapai Merpati Nusantara Air menggunakan pesawat jenis MA-70, kapasitas penumpangnya sekitar 50 – 60 penumpang. range tiket berkisar Rp 488.000 – Rp 788.000 sekali jalan rute Medan – Gunungsitoli direct flight,
2. Padang
dari bandara padang perjalanan akan lebih sulit. karena rute pesawatnya tidak langsung ke Nias tapi transit dulu di Pulau Tello. pesawat yang digunakan jenis Cassa 212 kapasitas sekitar 12 – 20 penumpang.
perjalanan anda akan berkahir di Bandara Binaka di Gunungsitoli. dari bandara ke kota sekitar 20 menit, bisa menggunakan mobil2 travel yang ada, ongkos sekitar Rp 30.000

yap.. segitu dulu ulasan Tano Niha ep. 1 tentang perjalanan ke Nias,, selanjutnya bvakal d sambung setelah dapet bahan yang bagus ttg daerah wisata di sekitar nias,, heuheuheuheu..

salam Traveler Indonesia…

1 Comment

Filed under Travelers